1.

Hendaklahbermuamalahkepada kaum muslimin dengan pergaulan yang baik termasuk juga kepada orang-orang kafir sekalipun.

Sesungguhnya Allah –‘azza wa jalla- berfirman :

وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْنًا – البقرة : 83

“Dan berkatalah kepada manusia dengan ucapan yang baik.” [QS. Al Baqoroh ayat 83]

Dan Allah Berfirman :

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا – النساء : 58

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menunaikan amanat kepada keluarganya.” [QS. An Nisa ayat 58]

Dan Allah juga berfirman :

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُواْ – الأنعام : 152

“Apabila kalian berkata maka hendaklah kalian berlaku adil.” [QS. Al An’am:152]

Dan Allah-Subhanallahu wa ta’ala- berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاء للهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلاَ تَتَّبِعُواْ الْهَوَى أَن تَعْدِلُواْ وَإِن تَلْوُواْ أَوْ تُعْرِضُواْ فَإِنَّ اللهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا – النساء : 135

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutarbalikkan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”[QS. An Nisa ayat 135]

2.

Hendaklah kamu selalu berpakaian dengan pakaian muslimah, dan hendaklah kamu jangan menyerupai musuh-musuh islam.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, dari hadits Abdullah bin Umar –radhiyallahu ‘anhuma- dia berkata: Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia merupakan bagian dari kaum tersebut.”

Dan Allah Yang Maha Perkasa berfirman dalam perkara pakaian;

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ – الأحزاب :59

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” [Qs. Al Ahzab ayat 59]

Dan diriwayatkan oleh Turmudzi di dalam kitab “Jami”-nya, dari hadits ‘Abdullah bin Mas’ud – radhiyallahu ‘anhu- , ia berkata; Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam” bersabda:

المرأة عورة ؛ فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar maka syaitan akan menghiasinya.”

3.

Hendaklah kamu berbuat baik kepada suamimu jika kamu menginginkan kehidupan yang bahagia.

Sesungguhnya Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت لعنتها الملائكة

“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya untuk berhubungan maka istrinya enggan niscaya malaikat melaknatnya.” [Muttafaqun ‘alaihi]<.span>

Dalam kitab Shahih Muslim :

إلا كان الذي في السماء غاضبًا عليها

“Maka penghuni langit marah kepadanya.”

4.

Hendaklah kamu merawat anak-anak kamu dalam naungan islam.

Telah diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dalam kitab Shahih mereka, dari hadits ‘Abdullah bin Umar -radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

Dan disebutkan:

المرأة أنها راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها

“Seorang wanita sesungguhnya seorang pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

Dan dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, hadits dari Ma’qol bin Yasar -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata; Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ما من راع يسترعيه الله رعيه ، ثم لم يحطها بنصحه إلا لن يجد رائحة الجنة

“Tidak ada seorang hamba yang Allah menyerahkan kepemimpinan kepadanya lalu ia tidak memimpin dengan penuh bimbingan, melainkan dia tidak akan mendapatkan wangi surga.”

Maka tidak pantas seseorang menyibukkan diri dengan berdakwah lalu ia lalai dalam mendidik anak-anaknya.

5.

Hendaklah para wanita ridho atas ketetapan Allah mengenai keutamaan laki-laki terhadap wanita.

Allah –subhanallaahu wata’ala- berfirman:

وَلاَ تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْض – النساء : 32

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.” [QS. An Nisa ayat 32]

Dan Allah –subhanallaahu wata’ala- berfirman:

الرَّجُلُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ وَالَّلاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا – النساء : 34

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [QS. An Nisa ayat 34]

Dan dalam kitab Shahih Bukhori dan Shahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata; Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

استوصوا بالنساء خيرًا ؛ فإنهن خُلقن من ضِلع ، وإن أعوج ما في الضِلع أعلاه ، فإن ذهبت تقيمه كسرته ، وإن تركته لم يزل به عوج

“Nasihatilah wanita dengan yang baik (lemah lembut). Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian terbengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kau paksa meluruskannya maka kamu akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok.”

Maka hendaklah bagi kaum wanita untuk bersabar dengan apa yang Allah tetapkan atas dirinya tentang kelebihan laki-laki terhadap dirinya. Dan bukanlah berarti laki-laki memperbudak wanita.

Sebagaimana dalam kitab Jami’ At-Turmudzi, Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

استوصوا بالنساء خيرًا ، فإنما هن عوان عندكم ، لا تملكون منهن غير ذلك ألا وإن لكم في نساءكم حقًا ، ألا وإن لنسائكم عليكم حقًا ، فحقكم عليهن أن لا يوطئن فرشكم من تكرهون ولا يأذنَّ في بيوتكم من تكرهون ، وحقهن عليكم أن تحسنوا إليهن في طعامهن وكسوتهن

“Berwasiatlah kalian kepada para wanita (istri) dengan baik karena mereka itu hanyalah tawanan di sisi kalian. Kalian tidak menguasai dari mereka sedikitpun kecuali hanya itu Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian (laki-laki) terhadap mereka (wanita) adalah mereka (wanita) tidak boleh membiarkan seorang yang kalian benci untuk menginjak permadani kalian dan mereka (wanita) tidak boleh mengijinkan orang yang kalian benci untuk masuk ke rumah kalian. Sedangkan hak mereka (wanita) terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka (wanita).”

Dalam kitab Sunan dan Musnad Imam Ahmad, dari hadits Mu’awiyah bin Haidah -radhiallahu ‘anhu- bahwasannya seorang laki-laki bertanya: “Ya Rasulullah, apakah hak-hak istri kami atas kami?,” Beliau menjawab, “Engkau memberi makan mereka bila engkau makan, engkau beri mereka pakaian bila engkau berpakaian, dan janganlah engkau memukul wajah mereka, dan janganlah kamu menjelekkan mereka, dan janganlah kamu berpisah ranjang dengannya kecuali di dalam rumah.”

Maka apakah yang harus engkau lakukan? Semoga Allah merahmatimu. Maka hendaklah kita semua saling tolong-menolong dalam kebaikan. Seorang laki-laki memperlakukan istrinya dengan pergaulan yang islami, dan membantu istri dalam menuntut ilmu dan berdakwah. Dan sebaliknya, seorang istri memperlakukan suaminya dengan pergaulan yang islami dan membantu suami dalam menuntut ilmu, berdakwah, dan menata dengan baik apa-apa yang ada di rumah. Sesungguhnya Allah –‘azza wa jalla- berfirman: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Diterjemahkan dari risalah singkat dengan judul asli [ نصائح لـ [ المرأة المسلمة السلفية, penulis : Syaikh Muqbil bin Hadi Al Waada’I dari wb http://sahab.net

– shalihah.com –

Diterjemahkan oleh Ummu dan Abu Hudzaifah