Wahai wanita yang dulu dikenal kemuliaannya Sedangkan sekarang mereka menginginkanya jadi bahan mainan dan senda gurau Tidaklah sama antara orang yang dibimbing oleh Rosululloh shollallohu’ alayhi wa sallam dengan orang yang mengikuti jejak Abu Jahal

Tidaklah sama antara wanita yang menjadikan ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anhu sebagai suri tauladannya dengan yang mengikuti langkah si pembawa kayu bakar (istri Abu Lahab)

Sesungguhnya malu adalah sebagian dari iman Maka jadikanlah ia hiasanmu wahai saudariku dan harapkanlah pahala karenanya

Jangan kau pedulikan apa yang mereka lontarkan dari berbagai kerancuan Karena engkau punya akal yang menunjukimu

Berpeganglah dengan bikhul tali keimanan Jagalah wibawamu dan jauhilah para pengajak kesesatan dan tinggalakan mereka

Kenistaan merupakan penyakit yang bahayanya akan menular seperti penyakit kudis

Jagaalah rasa malumu sebagaimana engkau menjaga kehormatanmu dan jangan lemah Bersabar dan tabahlah untuk menggapai keridhoan ALLAH subhaana wa ta’aLa

Betapa buruknya seorang gadis yang tidak punya rasa malu Sekalipun ia memakai perhiasan emas dan permata

Jilbab yang kita inginkan adalah kehormatan Bagi setiap wanita yang tidak ingin dicela dan dihina

Jika iblis merayumu untuk berbuat maksiat Maka binasakan dia dengan membaca istighfar

Juga dengan sholat di pagi hari dengan penuh kekhusyu’an Bersujud untuk mengakui dosa-dosa dan mendekatkan diri pada ALLAH ‘azza wa jaLLa

Tidak beguna kecantikan dan kecerdasan seorang gadis Jika tidak dipergunakan di jalan kebaikan

Kacantikannya hanya sebatas miliknya Akan tetapi yang bermanfaat bagi manusia adalah kehormatan dan kesholihannya

…Dikutip dari buku “Wahai Saudari Muslimah PAKAILAH JILBABMU, Karya Abdullah bin Abdurrahman Al-Duwaisy (Hakim di Mahkamah Bagian di Riyadh), Hal 10 – 11…