“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allaah, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” Hadits Shahih Riwayat Imam Ahmad,Bukhari dan Muslim.
Sahabat kita takkan mampu menghitung nikmat nikmat Allaah,namun terkadang kita sering mendurhakai-Nya.Betapa sering kita tertipu oleh dunia dengan segala hiasannya yang melenakan.
Banyak hal-hal yang tidak pernah kita duga ada dihadapan kita. Suka duka, sedih dan gembira adalah warna-warni kehidupan. Dunia tidak pernah menjanjikan kenikmatannya yang abadi kepada siapapun.
Sebuah perjalanan singkat yang ingin kubagi Ibrahnya untuk diri ini khususnya dan semoga bermanfaat untuk semua.
Siang itu ana ingin menjumpai seorang teman disebuah rumah tahanan, Qaddarallaah ujian keimanan menghampiri dirinya,disaat ia sedang menata hati untuk menggapai bahagia yang hakiki yaitu ampunan Rabbnya.Dengan maraknya kasus Bom beberapa hari ini memang agak menyulitkan ana untuk masuk kesana.
Lima Tahun yang lalu sebelum ana mengenal Manhaj Salaf, ana sering berkunjung ketempat ini, dan amat sangat mudah berada ditengah tengah para tahanan wanita. Namun untuk kali ini harapan itu tipis sekali dengan kondisi ana sekarang ini. Alhamdulillaah setelah hampir saja kembali untuk pulang karena tidak bisa masuk, Allaah mendatangkan pertolonganNya.Setelah ana bercerita bahwa dahulu lima tahun yang lalu ana pernah mengajar Iqro disana,dengan idzin Allaah ana bisa masuk.
Dengan perasaan rindu menjumpai mereka….Maasya Allaah kerinduan ini seperti semakin menjadi, ana dikejutkan dengan sambutan wanita wanita shalihah..
Tahukah Sahabat….
Kutemui wanita wanita shalihah itu dirumah tahanan dengan hijab syar’i,seperti burung gagak hitam..Maasya Allaah indahnya pemandangan ini…pemandangan yang belum pernah ana temui sebelumnya lima tahun lalu…
Seperti telah menganal lama..kami saling berpelukan bagai tak jumpa bertahun tahun. ya…..Kerinduan dan kecintaan karena Allaah sebabnya…
Sambil berbagi cerita tentang kehidupan disana dan awal mereka mendapatkan hidayah diatas Manhja salaf ini.
Badan mereka dipenjara,namun hati mereka bebas dalam mentaati Rabbnya. Jadi teringat Syaikh Ibnul Qayyim al Jauziyah, dan Imam Asy Syafi’i dalam sebuah sya’irnya.

❤ Ilmuku selalu bersamaku❤
Ilmuku senantiasa bersamakuDimanapun aku berada selalu memberi manfaatHatiku adalah tempatnya, bukan dalam lemarikuBila aku berada di rumah, pasti ilmuku disana bersamakuKetika aku berada di pasar, diapun ada di pasar
(Imam Asy Syafi’i)
Sahabat badan kita tidak terpenjara…namun kadang kita tidak menyadari atau bahkan terlena ketika kita tahu hati kita terpenjara karena kelalaian .
tahukah sahabat…
Mereka tidak seberuntung kita karena hidup mereka dibatasi dinding tinggi,tapi tahukah sahabat…,mereka sungguh bahagia karena ..
dengan idzin Allaah..
Dinding tinggi itu menjadikan mereka lebih dekat dengan Rabbnya,
Dinding tinggi itu membuat mereka lebih pandai memanfaatkan waktu untuk ketaatan.
Dinding tinggi itu membuat mereka disibukan untuk belajar dan belajar,menghafal dan menghafal….
Dinding tinggi itu selalu mengingatkan mereka tentang kekhilafan yang dilakukannya dan membuat mereka takut untuk kembali pada kemaksiatan..(bagi mereka yang Allaah beri hidayah dan berusaha keras menjemput hidayah)
Yaa Allaah Pemilik Arsy ….ampunilah kami yang lalai..Yaa Allaah Yang Maha Pengasih tak pilih Kasih…Jagalah mereka agar hidayah itu tak lepas setelah mereka bebas..
Inilah bukti Indah dan lemah lembutnya Dakwah Tauhid, dakwah Salaf..
Untuk Sahabat sahabatku disana..
Semoga Allaah Memuliakanmu dengan Ilmu..
Mengangkat Derajatmu karena Ilmu ..
Menjadikanmu Hamba yang Rabbaniy…

Uhibbukunna fillaah…

Pondok Bambu.Kamis 12 Rabi’ul Akhir 1432 H
Sahabatmu Kiky Umaymah Farras…